Nuxt
Kenapa Nuxt 3 Jadi Pilihan Utama Saya Membangun Website

Nuxt 3 itu bukan sekadar "Vue plus routing", tapi satu ekosistem yang bikin proses development jauh lebih rapi. Auto-import, file-based routing, server routes bawaan, sampai SSR yang tinggal jalan tanpa konfigurasi ribet — semua itu yang bikin saya konsisten pakai Nuxt di hampir semua project, dari landing page sampai dashboard SaaS.
Hal yang paling saya rasakan manfaatnya adalah struktur project yang konsisten. Ketika saya buka project lama sekalipun, saya tetap tahu di mana harus mencari composable, middleware, atau server API tanpa perlu baca dokumentasi ulang. Ini penting banget kalau kerja sendirian dan harus maintain banyak project sekaligus.
Selain itu, performa Nuxt 3 di atas kertas maupun di real-world testing cukup konsisten. Hybrid rendering-nya fleksibel: halaman yang butuh SEO bisa di-render server-side, sementara bagian dashboard yang dinamis bisa tetap client-side tanpa harus ganti framework.
Artikel Terkait

Checklist SEO Dasar yang Sering Dilewatkan Developer Nuxt
Bukan cuma soal meta tag — ini beberapa hal teknis yang sering kelupaan.

Tutorial Deploy Nuxt 3 ke VPS Tanpa Ribet
Langkah praktis deploy aplikasi Nuxt 3 ke VPS memakai PM2 dan reverse proxy.

